Tirta Husada Kalibacin

Mendengar nama pemandian Kalibacin, pikiran saya langsung membayangkan hal-hal mistis hehe.. Karena sepengetahuan saya tempat ini terkadang digunakan untuk memandikan pusaka dan kegiatan sakral lain. Ternyata tempatnya tidak seseram yang saya bayangkan, bisa dibilang sama dengan tempat wisata lainnya.

Mata Air Kalibacin

Foto diatas adalah kolam sumber mata air yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Kedalaman mencapai 4 meter dan pengunjung dilarang untuk berrendam atau renang di lokasi ini. Tempat pemandian dan kolam renang ada sendiri. Berikut foto lain dari mata air pemandian Kalibacin.

Sejarah Pemandian Tirta Husada Kalibacin ini berawal sejak dibukanya pada tahun 1892 oleh R. Dipowinoto dan beberapa kali diperbaiki atau direnovasi. Di dalam terdapat keterangan ini yang berbahasa jawa dan menggunakan huruf hanacaraka, saya sudah lupa semua huruf dan tanda bacanya heheh.

Tulisan Jawa Hanacaraka

Disitu terpampang nama-nama besar yang telah berjasa dalam menjaga kelestarian Pemandian Tirta Husada Kalibacin ini seperti R. Danoesoebroto (1909),  R. Diposoebroto (1922),  R. Poerwodibroto (1924),  R.M. Tjokrodiprodjo (1928). Sejak awal dibukanya pemandian ini memang dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit kulit.

Menurut Juru Pemelihara, Pak Budi, sudah pernah dilakukan penelitian oleh pihak akademis bahwa mata air kalibacin ini mengandung 16 unsur mineral dengan kandungan terbanyak belerang/sulfur dan zinc. Makanya wajar jika airnya sangat berkhasiat untuk penyembuhan penyakit kulit.

Pada hari biasa, obyek wisata Tirta Husada Kalibacin ini agak sepi dari pengunjung, terkadang gerbangnya juga ditutup, tapi tetap ada yang jaga. Jika saat Anda berkunjung tidak menemui penjaga di gerbang, bisa masuk lewat belakang / mushola atau lewat hotel yang ada disampingnya. Pada minggu, weekend atau liburan biasanya cukup ramai baik untuk mandi ataupun renang di kolam renang dengan air bersih dan tidak dalam, cocok untuk bermain bersama anak-anak.

Tirta Husada Kalibacin ini berada tidak jauh dari lokasi bendung gerak serayu, hanya berjarak sekitar 300 meter dari jalan besar Purwokerto – Bandung jalur selatan. Tarif masuknya juga murah, hanya 3 ribu saja. Anda bisa main sepuasnya di kolam renang atau mandi di kamar pemandian atau sekedar duduk-duduk dibawah rimbunnya pohon beringin.

Disini juga merupakan Sektretariat Paguyuban Juru Pelihara Benda cagar Budaya / Situs “Rahkala Grha Situs”. Jadi tempat ini sering digunakan untuk berkumpulnya para penggiat kegiatan wisata Kabupaten Banyumas. Dan obyek wisata kesehatan Tirta Husada Kalibacin ini juga merupakan salah satu benda / situs cagar budaya yang dikelola oleh dinas pariwisata Kabupaten Banyumas.

Sekian dulu informasinya, jika ingin informasi lebih lengkap bisa langsung datang ke lokasi yang beralamat di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo dan ngobrol santai dengan Pak Budi yang ramah heheh..

Selamat berkunjung…


Denah / Jalur / Peta Lokasi Tirta Husada Kalibacin

Apa Komentarmu tentang Tirta Husada Kalibacin